Pengertian Manajemen Strategi
Secara Etimologi : Kata “manajemen”
berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan
diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia
(1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutama “mengendalikan kuda”
yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat
pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang
berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana
istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi
kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur. Sedangkan kata “strategi” berasal dari turunan kata
bahasa Yunani, “stratēgos”. yang dapat diterjemahkan sebagai ‘komandan militer’
pada zaman demokrasi Athena. Kutipan dari buku Pengantar Manajemen Strategik
Kontemporer, Strategik di Tengah Operasional / J. Hutabarat dan M. Huseini,
mengatakan bahwa: “Dalam bidang manajemen, definisi mengenai strategi cukup
beragam dan bervariasi dari beberapa ahli dan pengarangnya. Gerry Johnson dan
Kevan Scholes (dalam buku “Exploring Corporate Strategy”) misalnya
mendefinisikan strategi sebagai arah dan cakupan jangka panjang organisasi
untuk mendapatkan keunggulan melalui konfigurasi sumber daya alam dan lingkungan
yang berubah untuk mencapai kebutuhan pasar dan memenuhi harapan pihak yang
berkepentingan (stakeholder).” Jadi, manajemen strategi dapat didefinisikan
sebagai Sekumpulan keputusan & tindakan manajerial yang menentukan kinerja
jangka panjang perusahaan (meliputi analisa lingkungan, formulasi strategi,
implementasi, evaluasi dan pengendalian. Menurut Para Ahli : 1. Menurut Fred R.
David : Manajemen strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi,
menginplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan
organisasi dapat mencapai tujuan. 2. Menurut Michael A. Hitt & R. Duane
Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV) : Manajemen strategi adalah proses
untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai,
dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan
manajemen strategi semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa
sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan
jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaanperusahaan terus
ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah
meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan
nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata.
3. Menurut H. Igor Ansoff : Manajemen strategi adalah analisis yang logis
tentang bagaimana perusahaan dapat beradaptasi terhadap lingkungan baik yang
berupa ancaman maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya. Tingkatan
Strategi Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins
(1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi. Keseluruhannya disebut
Master Strategy, yaitu: enterprise strategy, corporate strategy, business
strategy dan functional strategy. 1. Enterprise Strategy Strategi ini berkaitan
dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan
masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang
tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada pemerintah
dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan
kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara
organisasi dan masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga
dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi
sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap
tuntutan dan kebutuhan masyarakat. 2. Corporate Strategy Strategi ini berkaitan
dengan misi organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi
bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis
atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-mata
untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi
pemerintahan dan organisasi nonprofit. Apakah misi universitas yang utama?
Apakah misi yayasan ini, yayasan itu, apakah misi lembaga ini, lembaga itu?
Apakah misi utama direktorat jenderal ini, direktorat jenderal itu? Apakah misi
badan ini, badan itu? Begitu seterusnya. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan
itu sangat penting dan kalau keliru dijawab bisa fatal. Misalnya, kalau jawaban
terhadap misi universitas ialah terjun kedalam dunia bisnis agar menjadi kaya
maka akibatnya bisa menjadi buruk, baik terhadap anak didiknya, terhadap
pemerintah, maupun terhadap bangsa dan negaranya. Bagaimana misi itu dijalankan
juga penting. Ini memerlukan keputusan-keputusan stratejik dan perencanaan
stratejik yang selayaknya juga disiapkan oleh setiap organisasi. 3. Business
Strategy Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di
tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para
pengusaha, para donor dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh
keuntungan-keuntungan stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya
organisasi ke tingkat yang lebih baik. 4. Functional Strategy Strategi ini
merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain. Ada
tiga jenis strategi functional yaitu: •
Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang
memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara
lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan
pengembangan. Strategi functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen
yaitu planning, organizing, implementating, controlling, staffing, leading,
motivating, communicating, decision making, representing, dan integrating.
• Strategi isu stratejik, fungsi
utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah
diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah (J.
Salusu, p 101, 1996).Tingkat-tingkat strategi itu merupakan kesatuan yang bulat
dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa mengelola
organisasi tidak boleh dilihat dari sudut kerapian administratif semata, tetapi
juga hendaknya memperhitungkan soal “kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi
(J. Salusu, p 104, 199 Proses Manajemen Strategi 1. Penyusunan Strategi vs
Implementasi Penyusunan strategi (strategy formulation) meliputi perencanaandan
pengambilan keputusan yang membawa pada pembuatan tujuan perusahaan dan
pengembangan rencana strategis tertentu. Implementasi strategi (strategy implemetation)
meliputi penggunaan alat manajerial dan organisasi dalam tujuannya untuk
mengarahkan sumber daya ke arah pencapaian hasil strategis. 2. Analisis Situasi Penyusunan strategi
sering diawali dengan anlisis faktor internal daneksternal yang dapat memengaruhi
situasi kompetitif perusahaan. Analisis situasi (situation analysis) adalah
analisis kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities),
dan ancaman (threats) yang dapat disingkat SWOT. 3. Kekuatan dan Kelemahan Internal Kekuatan
(strength) merupakan karakteristik internal positif yangdappat digunakan
perusahaan untuk mencapai tujuan kinerja strategisnya. Kelemahan (weakness)
merupakan karakteristik internal yang dapat memperlambat atau menghambat
kinerja organisasi. 4. Peluang dan Ancaman Eksternal Ancaman (threats)
merupakan ciri-ciri dari lingkungan eksternal yangdapat menghambat perusahaan
dalam mencapai tujuan strategisnya. Peluang (opportunities) merupakan
karakteristik dari lingkunganeksternal yang memiliki potensi untuk membantu
organisasi dalammencapai atau melampaui tujuan strategisnya. Strategic
Architecture Menurut Gary Hamel dan C.K. Prahalad: “Masa depan perusahaan tidak
cukup hanya dengan dibayangkan (misi, tujuan, dll), tapi harus dibangun”.
Dibutuhkan ‘visi’ masa depan, mind-set yang baru, pikiran dan konsep yang
menggerakkan perubahan (kreasi, inovasi, dan terobosan untuk mewujudkannya).
Visi tentang : “What do we want to become ?”. Arsitektur strategi menunjukkan
kompetensi yang harus dibangun sekarang, prioritas pengembangan produk,
fungsi-fungsi baru yang harus dikembangkan, dan pemahaman akan kebutuhan
pelanggan baru. Arsitektur strategi memberikan visi bagi suatu organisasi. pengertian
manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut
perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh
(disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan
yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi
berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu
(perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta
pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian
tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional)
organsasi.
pengertian manajemen strategis menurut
J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen adalah “Strategic Management is that a
set of managerial decisions and actions that determines the long-run
performance of a corporation”, dan jika diterjemahkan secara bebas maka
Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang
menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Pengertian manajemen strategi menurut
Gregory G Dees dan Alex Miller adalah suatu proses kombinasi antara tiga
aktivitas yaitu analisis strategi, perumusan strategi dan implentasi strategi
(Djaslim Saladin, 2003).
pengertian manajemen strategis menurut
Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan
dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan
(implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran
organisasi.
Pengertian manajemen strategi menurut
Fred R. David Manajemen strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi,
menginplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi
dapat mencapai tujuan.
pengertian manajemen strategis menurut
Husein Umar (1999 : 86): Manajemen strategis sebagai suatu seni dan ilmu dalam
hal pembuatan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating)
keputusan-keputusan startegis antara fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi
mencapai tujuannya di masa datang.
Pengertian manajemen strategi menurut
Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV).
Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam
mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka
mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin
banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam
perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas
diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin
kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya
ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal
ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata.
Pengertian manajemen strategi menurut
Michael Polter Manajemen strategi adalah sesuatu yang membuat perusahaan secara
keseluruhan berjumlah lebih dari bagian-bagian dengan demikian ada unsure
sinergi di dalamnya.
Pengertian manajemen strategi menurut
H. Igor Ansoff Manajemen strategi adalah analisis yang logis tentang bagaimana
perusahaan dapat beradaptasi terhadap lingkungan baik yang berupa ancaman
maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya.
pengertian manajemen strategis menurut
Lawrence R. Jauch dan Wiliam F. Gluech (Manajemen Strategis dan Kebijakan
Perusahaan, 1998) : Manajemen Strategis adalah sejumlah keputusan dan tindakan
yang mengarah pada penyusunan suatu strategi atau sejumlah strategi yang
efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.
Manajemen strategi adalah seni dan
ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas
fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. Sesuai
definisinya, manajemen strategis berfokus pada proses penetapan tujuan
organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran,
serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan
pencapaian tujuan organisasi. Baca Manajemen Strategi lebih lanjut di
Wikipedia.
Pengertian/definisi Manajemen Strategi
- Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan
keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara
melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh
jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Menurut Pearch dan
Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan
tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi)
rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Sedangkan pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan
berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan
masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan
tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan
organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan
sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta
pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian
tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional)
organsasi.
Dari pengertian manajemen strategi di
atas yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan
suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling
berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak
(bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan
strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan
strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan
operasional dengan unsure-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan
fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan
fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan
eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Disamping itu
pengertian manajemen strategik yang telah sebutkan terakhir dapat diambil
beberapa kesimpulan yaitu :
Manajemen strategi diwujudkan dalam
bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen
dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis
(Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian
dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
Renstra berorientasi pada jangkauan
masa depan.
Visi, misi, pemilihan strategi yang
menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi organisasi untuk jangka
panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik
penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan
tersebut terdapat didalamnya.
Renstra dijabarkan menjadi rencana
operasional yang antara lain berisi program-program operasional termasuk
proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-masing juga sebagai
keputusan manajemen puncak.
Penetapan renstra dan rencana operasi
harus melibatkan manajemen puncak karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil
dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan
mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk panjangnya.
Pengimplementasian strategi dalam
program-program termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing
dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup
pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
Konsep Manajemen Strategis
1. Pengertian Manajemen Strategis
Manajemen strategis adalah proses
untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai,
dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan
manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding
masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan
barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan
terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah
meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan
nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata
(Michael A. Hitt & R. Duane Ireland
& Robert E. Hoslisson (1997,XV)
Dengan menggunakan manajemen
strategis, perusahaan akhirnya dapat memahami kekuatan bersaing dan
mengembangkan keunggulan kompetitif berkelanjutan secara sistematis dan
konsisten.
2. Tantangan Manajemen Strategis
Memiliki daya saing strategis dan laba
diatas rata-rata adalah tantangan untuk perusahaan sebesar AT&T dan kecil
seperti halnya sebuah toko. Menurut fakta hanya 2 dari 25 perusahaan industri
besar di Amerika Serikat di tahun 1900 yang masih bertahan di dalam persaingan
bisnis (23 sisanya telah gagal, bergabung/merger dengan perusahaan lainnya atau
tidak lagi memiliki skala yang relatif
besar dibandingkan dengan pesaingnya).
Baru baru ini, Andrew Grove, pimpinan
Intel, mengamati bahwa hanya perusahaan paranoid yang dapat bertahan dan
berhasil. Perusahaan-perusahaan ini menyadari bahwa keberhasilan saat ini tidak
menjamin tingkat daya saing strategis dan laba diatas rata-rata dimasa
mendatang. Karenanya perusahaan-perusahaan ini berusaha terus menerus untuk
berkembang, sehingga tetap bersaing. Supaya dapat bersaing secara strategis dan
memperoleh laba diatas rata-rata, perusahaan harus bisa bersaing dengan cara
yang berbeda dengan kondisi sebelumnya.
3. Model Berbasis Sumber Daya
Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson
(1997,18) mengatakan, terdapat beberapa
model penting yang ditunjukkan untuk menggambarkan input strategis bagi langkah
suatu perusahaan, dan salah satu
diantaranya adalah model berbasis sumber daya untuk profitabilitas tinggi
(Gambar-3). Model ini mengasumsikan bahwa tiap organisasi merupakan kumpulan
sumber daya dan kemampuan unik yang merupakan dasar untuk strategi dan sumber
utama profitabilitasnya. Juga diasumsikan bahwa perusahaan memperoleh sumber
daya yang berbeda serta mengembangkan kemampuannya yang unik. Karenanya seluruh
perusahaan bersaing dalam industri tertentu mungkin tidak memiliki sumber daya
atau kemampuan strategis yang sama. Model ini juga mengasumsikan bahwa sumber
daya tidak terlalu mudah berpindah antar
perusahaan. Perbedaan dalam sumber daya,
yang tidak mungkin didapatkan atau ditiru perusahaan lain, serta cara
penggunaannya merupakan dasar keunggulan bersaing.
Sumber daya adalah input bagi proses
produksi perusahaan, seperti barang,
modal, kemampuan para pekerjanya, paten, keuangan dan manajer yang berbakat.
Umumnya sumber daya perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga katagori, yaitu modal fisik, sumber daya
manusia dan organisasi.
Satu jenis sumber daya saja mungkin
tidak dapat menghasilkan keunggulan
bersaing yang berkesinambungan. Misalnya sepotong mesin canggih hanya
dapat menjadi sumber daya yang relevan secara strategis jika digunakan bersama
aspek operasi lainnya (seperti pemasaran
dan pekerjaan pegawai).
Gambar-3
Model Berbasis Sumber Daya Untuk
Profitabilitas Tinggi
Melalui kombinasi dan integrasi
sekelompok sumber daya dapat mencapai keunggulan bersaing. Kemampuan adalah
kapasitas sekumpulan sumber daya untuk secara integratif melakukan suatu tugas
atau aktiivitas. Kemampuan adalah hasil dari suatu kelompok sumber daya
terintegrasi. Tidak seluruh sumber daya dan kemampuan perusahaan memiliki potensi seagai dasar keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Potensi ini direalisasikan
apabila sumber daya dan kemampuan tersebut berharga, langka, tidak dapat ditiru
dan tidak dapat digantikan. Sumber daya (istilah sumber daya juga mencakup
kemampuan) adalah berharga hanya jika
memungkinkan perusahaan menggunakan kesempatan dan/atau menetralisir
ancaman dalam lingkungan eksternalnya; Sumber daya disebut langka apabila, jika
ada, hanya dimiliki oleh sedikit pesaing yang ada maupun yang mungkin ada;
Sumber daya disebut tak dapat ditiru apabila perusahaan lain tidak dapat
memperolehnya; serta tidak dapat digantikan jika tidak memiliki equivalen yang
strategis. Apabila kriteria-kriteria tersebut dipenuhi, sumber
daya dan kemampuan menjadi kompetensi inti dan dapat berlaku sebagi dasar
keunggulan bersaing perusahaan, daya saing strategis, dan kemampuannya untuk mendapat
laba diatas rata-rata.
4. Tugas Ahli Strategi Yang Efektif
Kerja keras, analisis yang teliti dan
akal sehat merupakan persyaratan keberhasilan seorang ahli strategi. Mantan CEO
Apple Computer, John Scully, berusaha tidur satu jam disini dan disana. Dalam
menggambarkan kenyataan kerja dalam tahun 1990an, Scully , menyarankan bahwa
tidur sepanjang malam adalah ciri jaman agraria dan industrial kuno. “Orang
tidak demikian lagi sekarang” katanya “Satu hari adalah 24 jam, bukan hanya jam
8 hingga jam 5.
Selain kerja keras, analisis yang
menyeluruh dan akal sehat, ahli strategi yang efektif harus dapat berpikir
dengan jernih dan melontarkan banyak pertanyaan. Efektifitas strategi mereka
akan meningkat apabila mereka dapat menemukan cara bagi yang lain untuk
berpikir dan bertanya mengenai apa yang dilakukan perusahaan dan mengapa.
Tetapi khususnya, manajer puncak ditantang untuk “berpikir serius dan
mendalam-mengenai tujuan organisasi yang mereka pimpin atau fungsi yang mereka
lakukan, mengenai strategi, taktik, teknologi, system dan orang-orang yang
diperlukan dalam mencapai tujuan tersebut. Juga pertanyaan penting yang harus
selalu ditanyakan. Melalui cara berpikir ini, ahli strategi bersama dengan yang
lain, meningkatkan kemungkinan untuk mengidentifikasi ide yang inovatif. Apabila
ide ini mengarah pada perkembangan kompetensi inti yang berharga, langka, tidak
dapat ditiru dan tidak dapat digantikan, maka ide tersebut akan menjadi dasar
untuk menggunakan peluang dalam lingkungan usaha mengejar daya saing strategis
diperekonomian global.
Pekerjaan ahli stratgei tidak
sederhana, melainkan terdiri dari situasi keputusan yang tidak terlalu
jelas-situasi dimana solusi yang paling efektif tidak dengan mudah dapat
ditentukan. Bagaimanapun peluang yang ada dari jenis pekerjaan ini menarik.
Pekerjaan ini menawarkan peluang yang menarik untuk berkhayal dan bereaksi.
Kata-kata berikut diberikan sebagai
saran oleh ayahnya kepada Steven J. Ross, mantan Chairman dan co-CEO
Time-Warmer, menjelaskan menariknya ahli strategi: “Ada tiga katagori
orang-orang yang pergi kekantor, menaruh kakinya diatas meja dan berkayal
selama 12 jam; orang yang tiba pada jam 5 pagi dan bekerja 16 jam, tanpa
berhenti sekalipun untuk berkhayal; dan orang yang mengangkat kakinya,
berkhayal selama satu jam dan kemudian mengerjakan sesuatu mengenai khayalan
tersebut” Ahli strategi memiliki peluang untuk berkhayal dan bertindak, dan
yang paling efektif dalam memberikan pandangan (khayalan) untuk secara efektif
membantu lainnya dalam menciptakan keunggulan bersaing perusahaan yang
berkesinambungan.
Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian
keputusan-keputusan lintas fungsional
yang dapat memungkinkan suatu perusahaan macapat sasarannya. Manajemen
strategis adalah proses penetapan tujuanorganisasi, pengembangan kebijakan dan
perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk
menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis
mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu
bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen strategis merupakan
aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direksi dan
dilaksanakan oleh CEOserta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis
memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku
organisasi. Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari
manajemen strategis adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya,
dan bagaimana sumber daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling
efektif untuk memenuhi tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus
memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam
organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. Rencana strategis
organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali
dikunjungi.
Bahkan mungkin sampai perlu dianggap
sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring
dengan adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat
penyesuaian dan revisi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar